Sepuluh tahun yang lalu kebutuhan pada alat telekomunikasi
seperti telepon belum seperti sekarang, terutama di kota besar. Ketika
jalan-jalan semakin macet dan waktu terasa semakin pendek, komunikasi melalui
telepon menjadi kebutuhan yang tak terelakkan untuk tetap lancar dalam
melakukan kegiatan sehari-hari.
Padahal sepuluh tahun yang lalu itu sedikit yang menyadari
bahwa telepon adalah kebutuhan mutlak pada 10 tahun mendatang di kota-kota
besar. Demikian juga keberadaan PC yang sekarang seperti peralatan audio atau
TV berwarna di rumah-rumah pada 10 tahun yang lalu. Atau sekarang kebutuhan
akses ke internet bagi kantor-kantor dalam rangka agar tidak tercerabut dari
trend dari bidang yang digelutinya serta untuk mendapatkan layanan e-mail yang
mulai menggantikan mesin faks.
Perlahan tapi pasti layanan interractive data communication
seperti Internet ini akan mengulang sejarah yang sama bagi telepon atau PC
beberapa tahun lampau. Itu memang sudah tampak dari usaha-usaha yang telah
dilakukan untuk mengembangkan layanan ini. Contohnya adalah Web TV.
Perkembangan multimedia dalam beberapa tahun belakangan ini
telah melahirkan suatu pertanyaan malu-malu, yaitu apakah yang terjadi dengan
pembatasan terhadap akses informasi dan kebebasan berekspresi yang dulu
diberlakukan? Harus diakui, perlahan, kemilau dari kemajuan teknologi
multimedia terutama dari 5 stasiun teve swasta telah memurukkan pembatasan itu.
Pertanyaan berikutnya adalah: ke manakah arah perkembangan
multimedia 5 tahun mendatang? Atau, ke manakah arah peradaban manusia?
Jawabannya mungkin akan bergantung pada ke mana kita akan mengarahkannya.
SDM industri multimedia
Perkembangan industri multimedia yang demikian cepat harus
didukung oleh tersedianya sumber daya manusia Indonesia yang kompetitif,
sehingga lahan yang empuk ini tidak diserbu oleh tenaga kerja asing yang sudah
terlalu banyak merambah di Indonesia.
Terjun di bidang teknologi
multimedia merupakan profesi baru yang sedang dibutuhkan pada saat sekarang dan
yang akan datang. Imajinasi yang kuat diperlukan di bidang ini untuk dapat
membayangkan, melihat potensi, menciptakan apa yang tidak terbayangkan oleh
kebanyakan orang saat ini.
Usaha pengembangan industri multimedia di Indonesia
membutuhkan lebih banyak orang seperti itu untuk menyiapkan jalan menuju
peradaban baru manusia di masa mendatang. Mereka bukan hanya para konglomerat
yang mudah baginya untuk terjun ke dalam industri apa pun. Namun tanpa didukung
oleh sumber daya manusia yang andal, apalah artinya.
http://jojor.blogspot.com/2004/10/situs-tentang-multimedia-i_109903418364607196.html
Multimedia Merangsang Kehidupan Sosial
Ciri_ciri Perkembangan multimedia saat ini sudah tidak lagi terbatas
pada sebuah konsep ruangan saja, tetapi mengarah pada sebuah pengalaman
multimedia di mana saja.
Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Perancis di Beijing
baru-baru ini dalam rangka merayakan Hari Kebudayaan Perancis yang kerap
diadakan setiap tahun di Tiongkok, dengan mengandalkan perangkat multimedia
sebagai ajang pertukaran pameran kebudayaan di kedua negara masing-masing,
setelah diadakannya pembicaraan kerja sama dan pertukaran melalui
masing-masing pemimpin kedua negara.
Pada pagelaran Hari tersebut, dengan dibantu berbagai
peralatan multimedia canggih, pemerintah Perancis kali ini menampilkan
wajah-wajah dan fasilitas kota metropolis utama di seluruh dunia di antaranya
Shanghai, Beijing, Chongqing, Paris, Berlin, Barcelona, Kairo dan Chicago yang
diproyeksikan di atas dua belas helai layar lebar. Dengan demikian pengunjung
yang hadir akan dapat melihat dengan jelas garis-garis arsitektur dari
bangunan-bangunan tersebut, angkutan dan fasilitas umum kota ini lewat layar,
teleskop dan proyektor LCD.
Tampilan dari peragaan multimedia tersebut membentuk
perjalanan visual yang luar biasa, di mana sedikitnya memberikan pengetahuan
kepada pengunjung untuk mempelajari bagaimana menanggapi persoalan ekologi,
lalu lintas, dan perencanaan kota.
Pameran ini mendapat sambutan positif dan meriah dari para
pengunjung. Banyak pengunjung yang mengagumi pertunjukkan ini. Kecanggihan
dari perangkat multimedia tersebut serasa membawa pengunjung benar-benar
berada di kota-kota tersebut. Dengan kata lain kehadiran multimedia ini
sedikit banyak merangsang daya pikir serius dari masyarakat, dan juga
merupakan alat pelengkap kehidupan sosial, seiring dengan perkembangan zaman
yang serba digital ini. Dan keterkaitan antara perkembangan teknologi antara
perkembangan teknologi komunikasi informasi dengan kebiasaan, kepercayaan,
dan bahkan kebudayaan setempat merupakan faktor penting yang menentukan
keberhasilan diterimanya teknologi tersebut.
|
Written by Rene L. Pattiradjawane
|
Wednesday, 12 March 2008
|
Mobilitas menjadi fitur penting dalam perkembangan gadget,
memenuhi kebutuhan orang-orang untuk bekerja dan berhibur, memanfaatkan
kemajuan teknologi yang memungkinkan melakukan berbagai aktivitas digital di
mana saja. Kemajuan teknologi multimedia dengan banyaknya video dan musik
digital, mengarah pada tren baru untuk bisa menikmati kemajuan tersebut di
mana saja.
Memiliki gadget di tengah derasnya perkembangan multimedia
digital menjadi keharusan yang tidak terhindari. Berbagai kemudahan untuk
mendengarkan musik, menonton video, serta menikmati hasil foto digital,
menjadikan berbagai gadget sekarang memberikan berbagai ragam fitur.
Perangkat seperti iPod adalah salah satu contohnya.
Walaupun sudah mengalami perubahan bentuk dan menambah fitur video, produk
buatan Apple ini terus digemari mereka yang memiliki mobilitas tinggi, untuk
menikmati berbagai produk multimedia di mana saja kapan saja.
Berbagai perangkat sejenis iPod pun banyak dijajakan di
pasaran, memiliki beragam fitur serta mengkombinasikan berbagai teknologi
seperti kapasitas penyimpanan yang lebih besar, kemampuan akses nirkabel, dan
sebagainya. Bahkan, beberapa perangkat pun mulai mengombinasikan kemampuan
selular, memungkinkan gadget futuristik ini
Perangkat untuk keperluan multimedia digital pun mulai
berkembang, tidak hanya sekedar menghasilkan kualitas suara yang baik ketika
mendengarkan musik, tapi juga kualitas gambar menjadi penting dalam
menyaksikan tayangan video. Ukuran layar pun tidak lagi kecil yang tidak
nyaman untuk menonton, tapi condong membesar tapi tetap mempertahankan faktor
bentuk yang ringkas yang memudahkan mobilitas.
Layar sentuh
Bagi perusahaan Perancis, Archos, yang memperkenalkan
konsep multimedia sejak tahun 1988, menghadirkan produk yang dimintai orang
banyak memang bukan sebuah pekerjaan yang mudah. Ini antara lain terlihat
dari ragam gadget multimedia yang diperkenalkannya dengan beragama fitur yang
mencoba membuka berbagai kemungkinan di tengah derasnya akses ke jaringan
internet.
Produk seperti Archos 605 WiFi, misalnya, adalah penerus
produk sebelumnya Archos 604 WiFi (lihat Kompas 23/4/07), dengan perbedaan
harganya lebih murah dari seri sebelumnya, serta perbaikan beberapa fitur
teknologi seperti layar sentuh yang diperbaharui yang mendekati definisi
tinggi dalam ukuran 4,3 inci (sekitar 10,9 cm diagonal).
Selain itu, Archos 605 WiFi ini juga dilengkapi dengan
fitur yang memungkinkan untuk akses langsung terhadap berbagai produk musik
dan film digital melalui Archos Content Portal memungkinkan untuk membeli
film dari situs CinemaNow, atau melihat situs video terkenal di jaringan
internet YouTube.
Perangkat buatan Archos ini juga dilengkapi dengan browser
untuk mengakses situs Web menggunakan koneksi nirkabel 802.11g, menggunakan
aplikasi Operas yang memang kebanyakan digunakan pada perangkat mobilitas.
Perangkat ini juga memiliki hard disk dengan kapasitas yang berbeda-beda
mulai dari 30 GB, 80 GB, dan 160 GB.
Fitur multimedia
Produk Archos lainnya yang juga menjadi andalan perusahaan
Perancis ini adalah Archos 705 Mobile DVR (Digital Video Recording) dengan
tampilan layar yang lebih besar ukuran 7 inci (sekitar 17,7 cm diagonal)
dengan resolusi 800 X 480 piksel, menghasilkan kualitas video yang lebih baik
dibanding Archos 605.
Produk yang juga memiliki fitur nirkabel ini, sepintas
terlihat seperti Archos 605 dalam ukuran raksasa karena skala perbandingan
faktor bentuk yang mencolok dengan seri Archos yang lebih kecil. Memiliki
penyangga di bagian belakang, Archos 705 ini menjadi ideal untuk digunakan
ketika berada di dalam ruangan, untuk menyaksikan film digital atau hanya
menjadi bingkai digital menampilkan tayangan koleksi foto digital yang
tersimpan dalam hard disk yang memiliki kapasitas sampai dengan 160 GB.
Sebagai PVP (Private Video Player), Archos 705 memang terasa
besar bagi mereka dengan mobilitas tinggi. Sebenarnya, ukurannya ini pun
mengikuti tren yang berlaku di industri komputer dan PDA (Personal Digital
Assistant) menghadirkan layar ukuran 7 inci yang lebih kecil dibanding
kebanyakan komputer notebook atau lebh besar dibanding PDA.
Pada sisi lain, Archos 705 ini sebenarnya ingin
menampilkan kehadiran teknologi yang menyamankan penggunanya menikmati
berbagai fitur multimedia di tengah mobilitas yang tinggi. Dengan prosesor
serta layar monitor yang besar, memang perangkat ini ibarat sub-notebook
dengan fitur multimedia yang futuristik. (rlp)
|
Perkembangan teknologi multimedia yang sedemikian pesat,
baik dalam bidang perangkat keras maupun perangkat lunak telah menyebabkan
bidang keahlian multimedia menjadi sangat populer. Kebutuhan tenaga kerja di
sektor ini terus meningkat, hanya saja lembaga pendidikan formal maupun non
formal yang menyelenggarakan pendidikan bidang ini masih sangat terbatas,
terutama bagi mereka yang ingin mempelajarinya dalam waktu singkat. Guna
menjawab kebutuhan akan tenaga kerja terampil berkualitas di bidang multimedia
interaktif/ dalam waktu singkat, LIKMI menyelenggarakan pendidikan satu tahun
KOMPUTER MULTIMEDIA INTERAKTIF/ ANIMASI dengan materi-materi pendidikan sebagai
berikut :

0 komentar:
Posting Komentar